Imunitas – Adaptasi – Pola Hidup – Kebudayaan

- Advertisement -

BALEDESA.COM : Lembur Kaulinan Cibunar, ruang sinau bersama bagi sakola motékar, akhir pekan ini (14-15 Maret 2020) masih menjalankan rutinitasnya.

Disaat beberapa daerah sudah memberlakukan protokol kewaspadaan pencegahan corona virus. Kondisi ini pun kami cermati pula sebagai upaya kolektif dalam membangun kesadaran serta kewaspadaan atas pandemik ini.

Beberapa waktu lalu pada nujuhlikuran , kami sempat mengangkat soal imunitas dari hasil menghikmahi makhluk ‘tiram’ dan batu ‘permata’. Kenapa sampai ke imunitas? Bahwa daya tahan tubuh manusia dari dalam dipengaruhi oleh antigen dan antibodi .

Sedangkan dari luar dipengaruhi oleh lingkungan . Perilaku manusia atas lingkungannya diawali dengan adaptasi , kemudian selanjutnya menjadi pola hidup. Pola hidup inilah yang kemudian menjadi tatanan sosial kemasyarakatan yang kemudian disebut budaya/ kebudayaan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, bentuk pengikhtiaran kami atas kewaspadaan hari ini adalah bagaimana kami konsisten terhadap apa yang telah kami upayakan. Bagaiamana kita dari sejak kini untuk tetap mencintai dan menjaga lembur / desa sebagai lingkungan primer.

Bagaimana kita bersama dulur-dulur kecil kami membebaskan diri dari ketergantungan gawai yang disorientasi fungsi teknologi .

Bagaimana kami mengupayakan ketahanan pangan dari lingkungan terkecil sehingga dulur-dulur kecil kami pun sedikit demi sedikit terbebas dari asupan-asupan makanan siap-saji yang tentu dengan ragam bahan-bahan kimia buatannya.

Bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat tidak hanya menjadi slogan-slogan yang terpampang tetapi menjadi lelaku pembiasaan.

Bagaimana kesadaran mengoptimalkan fungsi organ dan anatomi tubuh melalui latihan teater, “ bahwa leluhur kita, spesies Homo Sapiens, sebelum masa bercocok taman akibat dari revolusi agrarian, terlebih dahulu melalui fase masa berburu (mencari segala sesuatu kebutuhan sandang-pangan-papan dari alam)”, artinya adaptasi mereka menjadikan bangsa yang survive karena pengoptimalan dirinya (gagasan inti yang di sampaikan mang Ridwan pada proses olah tubuh kemarin).

Hingga, dari ketujuh unsur kebudayaan versi koentjaraningrat , menurut kami pendidikan (sistem ilmu pengetahuan) lah yang menjadi gerbang dalam rangka pemajuan kebudayaan.

Kebudayaan yang menjadi sistem tatanan sosial, bisa kita kondisikan melalui gerbang ini. Sebabnya, pekan ini Sakola Motékar melakui ulin barén/ bendrong dan ucing babet/ boy-boyan dengan nilai insepsi di dalamnya; mencuci tangan dan kaki setelah ulin.

Pentadaburan ayat kauniyah lingkungan sekitar menjadi literasi dulur-dulur kecil melalui menggambar & membuat doodle; Menikmati santapan yang dijajakan oleh Mamah Umil; Belajar dari teknik celep/ pewarnaan pakaian untuk kebutuhan kostum pertunjukan, sehingga menstimulan agar kesadaran kebutuhan sandang itu tidak melulu menjadi bagian kebutuhan yang sifatnya konsumtif; Belajar peka terhadap pola-pola komposisi nada melalui latihan menabuh gamelan diatonis (yang difasilitasi oleh kedermaan Mas Ihsan Kebumen); serta berlatih teater dalam garapan Janari, naskah Ayi G. Sasmita.

Hasbunallah wani’mal wakiel ni’mal maula wani’man natsir

Mudah-mudahan Allah Setuju

(Penulis: Ebel)

- Advertisement -

Latest news

Surat Terbuka Apdesi untuk Jokowi, Protes Penundaan Pilkades Serentak

BALEDESA.COM: Asosiasi Pemerintahan Desa (Apedesi) Ciamis melayangkan surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo terkait penundaah Pilkades Serentak oleh SK Mendagri Nomor...
- Advertisement -

Jelang Pilkades Serentak, Calon Kades Disumpah Sebeleum Dipilih

BALEDESA.COM: Pilkades Serentak di Kabupaten Ciamis dipastikan tetap berlangung 15 Agustus 2020, kendati SK Mendagri Tito Karnavian mengehendaki penundaan. Jelang pelaksanaan Pilkades...

Mendagri Minta Pilkades Serentak Diundur, Ciamis Tetap Berlanjut

BALEDESA.COM: Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam SK Mendagri Nomor 141/4528/SJ Tentang Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak, telah membuat galau 509 Calon Kepala...

Bupati Herdiat Ingatkan Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

CIAMIS – Saat ini kita masuk dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun penerapan Protokol Kesehatan harus tetap dilakukan dan lebih disiplin.

Related news

Surat Terbuka Apdesi untuk Jokowi, Protes Penundaan Pilkades Serentak

BALEDESA.COM: Asosiasi Pemerintahan Desa (Apedesi) Ciamis melayangkan surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo terkait penundaah Pilkades Serentak oleh SK Mendagri Nomor...

Jelang Pilkades Serentak, Calon Kades Disumpah Sebeleum Dipilih

BALEDESA.COM: Pilkades Serentak di Kabupaten Ciamis dipastikan tetap berlangung 15 Agustus 2020, kendati SK Mendagri Tito Karnavian mengehendaki penundaan. Jelang pelaksanaan Pilkades...

Mendagri Minta Pilkades Serentak Diundur, Ciamis Tetap Berlanjut

BALEDESA.COM: Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam SK Mendagri Nomor 141/4528/SJ Tentang Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak, telah membuat galau 509 Calon Kepala...

Bupati Herdiat Ingatkan Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

CIAMIS – Saat ini kita masuk dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun penerapan Protokol Kesehatan harus tetap dilakukan dan lebih disiplin.
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here