Petani Ikan Gurame Beralih ke Budidaya Ikan Hias Koi

- Advertisement -

BALEDESA.COM : Petani ikan Gurame di Kecamatan Baregbeg ramai-ramai mengalihkan budidaya kepada budidaya ikan hias Koi.

Hal ini dipicu dari lesunya pasar ikan gurame selama wabah corona virus melanda. Sementara pasar ikan hias koi masih bertengger dengan geliat yang luar biasa.

Di Desa Jelat misalnya petani ikan bernama Caca Sukarsa (50) dia sudah 20 tahunan bergelut dengan ternak Gurame. Namun sudah beberapa lama ini beralih kepada ikan hias koi.

“Nernak ikan koi itu ternyata mudah. Sama saja dengan kalau kita nernak ikan mas kancra. Yang membedakan harga dan pasarnya. Ikan koi harganya bisa lebih mahal dan pasarnya mudah. Makanya saya alihkan budidaya gurame ke budidaya ikan hias koi,” kata Caca, Senin (20/7/2020) seperti dikutip pada laman Sakata.Id.

Ternyata kata Caca bisnis ikan koi lebih menjanjikan daripada bisnis ikan gurame, atau ikan tawar lainnya. Keuntungannya bisa berkali lipat.

Semula Caca tidak tertarik pada pembudidayaan ikan koi. Dia berpikir ribet dan bingung untuk mencari pangsa pasarnya. Namun setelah bertemu dengan temannya dari kota sekaligus pecinta ikan koi, Caca memberanikan diri.

Saat ini, puluhan kolam ikan gurame yang dimilikinya diubah standar pembiakan ikan koi. “Ternyata tidak ribet membiakan dan memeliharanya. Saya perlakukan seperti memelihara ikan mas saja. Ternyata berhasil dan hasil nya pun fantastis,” kata Caca.

Setiap bulannya Caca rutin mengirim hasil pembudidayaannya ke wilayah Cirebon dan Bogor.

Hal senada dikatakan Yudi (29), dirinya semula hanya memiliki kolam yang diisi ikan-ikan biasa seperti mujair, mas, nilem dan gurame dengan perlakuan petani tradisional.

Namun melihat potensi dan pangsa pasarnya yang menjanjikan, dia pun kini membudidayakan ikan koi.

“Untuk pemula saya belajar menghafal nama-nama ikan koi karena saking banyak nama nya. Saya juga hanya dua jenis pertama menanam, yakni kohaku dan utsuri. Kini setelah faham, saya banyak menanam jenisnya,” kata Yudi.

Baik Caca maupun Yudi mengaku jika pertama kali dikenalkan oleh Andri selaku pecinta ikan koi asal Bogor. Mereka berdua peratamanya dibantu untuk pembiakan dan pemasarannya.

Namun setelah beberapa kali pertemuan, kini hasil pembiakan dan pembesaran mereka jual sendiri melalui sistem pemasaran elektronik.

“Pertamanya sih kita dikasih tahu cara-cara pemeliharaannya hingga pemasarannya. Kini bisa menjual sendiri. Kami postingkan lewat internet dan ternyata banyak peminatnya. Hampir setiap minggu selalu aja ada pemesanan. Baik perorangan maupun distributor khusus ikan koi,” kata Yudi.

Andri (45) membenarkan, menurutnya, kultur air di Desa Jelat sangat cocok untuk pembudidayaan ikan koi. Karena ikan koi yang dibiakan di kolam tanah dengan ketersediaan air yang bagus akan mampu mempercepat hasil.

Tempat tinggal yang baik bagi ikan koi adalah kolam tanah atau kolam lumpur bisa disebut juga (mud pond). Kolam juga dapat menjadi pengaruh akan kualitas warna dan juga vitalitas ikan koi.

Cara budidaya ikan koi di dalam kolam tanah atau pun lainnya sangat mudah semudah cara budidaya lele.

“Saya hanya membantu menyediakan bibitnya, para petani lah yang membiakan dan membesarkannya. Mudah-mudahan cara seperti ini akan ditiru oleh para petani ikan yang lain. Baik untuk sampingan maupun mata pencaharian karena hasilnya menjanjikan,” kata Andri.(BD-02)*

- Advertisement -

Latest news

Surat Terbuka Apdesi untuk Jokowi, Protes Penundaan Pilkades Serentak

BALEDESA.COM: Asosiasi Pemerintahan Desa (Apedesi) Ciamis melayangkan surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo terkait penundaah Pilkades Serentak oleh SK Mendagri Nomor...
- Advertisement -

Jelang Pilkades Serentak, Calon Kades Disumpah Sebeleum Dipilih

BALEDESA.COM: Pilkades Serentak di Kabupaten Ciamis dipastikan tetap berlangung 15 Agustus 2020, kendati SK Mendagri Tito Karnavian mengehendaki penundaan. Jelang pelaksanaan Pilkades...

Mendagri Minta Pilkades Serentak Diundur, Ciamis Tetap Berlanjut

BALEDESA.COM: Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam SK Mendagri Nomor 141/4528/SJ Tentang Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak, telah membuat galau 509 Calon Kepala...

Bupati Herdiat Ingatkan Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

CIAMIS – Saat ini kita masuk dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun penerapan Protokol Kesehatan harus tetap dilakukan dan lebih disiplin.

Related news

Surat Terbuka Apdesi untuk Jokowi, Protes Penundaan Pilkades Serentak

BALEDESA.COM: Asosiasi Pemerintahan Desa (Apedesi) Ciamis melayangkan surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo terkait penundaah Pilkades Serentak oleh SK Mendagri Nomor...

Jelang Pilkades Serentak, Calon Kades Disumpah Sebeleum Dipilih

BALEDESA.COM: Pilkades Serentak di Kabupaten Ciamis dipastikan tetap berlangung 15 Agustus 2020, kendati SK Mendagri Tito Karnavian mengehendaki penundaan. Jelang pelaksanaan Pilkades...

Mendagri Minta Pilkades Serentak Diundur, Ciamis Tetap Berlanjut

BALEDESA.COM: Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam SK Mendagri Nomor 141/4528/SJ Tentang Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak, telah membuat galau 509 Calon Kepala...

Bupati Herdiat Ingatkan Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

CIAMIS – Saat ini kita masuk dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), namun penerapan Protokol Kesehatan harus tetap dilakukan dan lebih disiplin.
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here